klasifikasi dan sistem teknologi informasi pengetahuan komputer



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah mengubah cara hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Peranan dan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi disegala sector kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia kegerbang globalisasi tanpa batas dan tidak mengenal jarak. Siapapun dapat berkomunikasi dan mengakses segala informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan dimanapun keberadaannya. Hal ini tidak saja mendorong dunia bisnis dan usaha juga mendorong aktivitas belajar mengajar pun mulai dengan akses tanpa batas.
Teknologi informasi begitu pesatnya berkembang dan dampaknya telah kita rasakan. Berbagai kemudahan yang kita terima, seperti kemudahan untuk memperoleh informasi melalui telepon seluler dan internet. Kemudahan dalam bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit dan kemudahan untuk mengambil uang di ATM adalah kemajuan teknologi informasi. Untuk mengenali dan menggali potensi teknologi informasi bias kita raih dengan mudah, kita bisa belajar lewat internet. Kemudahan mengakses internet tanpa batas, dunia seakan tak berjarak serta efek-efek yang sangat besar telah diciptakan oleh teknologi informasi.

B.     Rumusan Masalah
     1. Apa saja komponen-komponen dalam Teknologi Informasi ?
     2.  Apa saja Klasifikasi Teknologi informasi ?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberi penjelasan tentang apa saja komponen-komponen Teknologi Informasi dan apa saja klasifikasi dalam Teknologi Informasi.

BAB II
                                                               PEMBAHASAN

A.   Komponen – Komponen Sistem Teknologi Informasi
Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi.System Teknologi Informasi terdiri dari sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur (Ladjamudin, 2005).
Komponen-komponen system teknologi informasi terdiri dari :
a.      Manusia
Manusia diperlukan dalam operasi system informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir dan pakar system. Pemakai akhir adalah orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan system informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen dan orang-orang yang berkepentingan. Sedangkan pakar system informasi adalah orang yang mengembangkan dan mengoperasikan system informasi, misalnya system analyst, developer, operator system dan staf administrasi lainnya (Mulyanto,2009).
b.      Hardware
Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam memproses informasi, misalnya computer dan periferalnya, lembar kertas, disk magnetic atau optik dan flash disk (Mulyanto,2009).

      c.       Software
Software merupakan sekumpulan perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan computer agar melaksanakan sesuatu (Ladjamudin.2005).
d.      Data
Data merupakan dasar sumber daya organisasi yang diperlukan untuk memproses informasi. Data dapat berbentuk teks, gambar, audio maupun video. Sumber daya informasi umumnya diatur, disimpan dan diakses oleh berbagai pengelolaan sumber daya data ke dalam database dan dasar pengetahuan (Ladjamudin,2005).
e.       Jaringan
Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan computer, pemproses komunikasi dan peralatan lainnya dengan kendali software komunikasi. Jaringan dapat berupa kabel, satelit, seluler dan pendukung jaringan seperti modem, software pengendali serta prosesor antar jaringan (Ladjamudin,2005)
Keseluruhan komponen system informasi tersebut saling terkait satu sama lain dalam system informasi. System informasi dibangun menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yaitu hardware, software dan jaringan. Ketiga komponen tersebut dipakai untuk mengolah data yang diperoleh untuk menghasilkan informasi yang lebih bermanfaat. Keseluruhan proses pengolahan informasi tidak lepas dari komponen manusia. Manusia adalah komponen penting system informasi karena system informasi adalah benda yang tidak bermanfaat bila tidak digunakan oleh manusia.
Komponen Utama Teknologi Informasi
1.      Hardware (HW)
Adalah istilah umum yang merujuk pada bagian-bagian fisik dari sebuah teknologi.
2.      Software (SW)
Adalah sekelompok item atau objek yang membentuk “konfigurasi” dimana di dalamnya termasuk :
·         Program
·         Dokumen
·         Data
3.      Brainware (BW)
Adalah istilah yang digunakan untuk manusia yang berhubungan dengan system computer.
Komponen Pendukung Teknologi Informasi
1.      Firmware
Adalah perangkat lunak yang “ditanamkan” ke perangkat keras secara semi permanen.
2.      Infoware
User manual, SOP, Cyber Law




B.   Klasifikasi Teknologi Informasi
1.      Klasifikasi teknologi informasi berdasarkan data yang diolah
Berdasarkan data atau sinyal masukan yang diolah, teknologi informasi dapat diklasifikasikan       menjadi komputer analog, komputer digital, dan komputer hybrid.

·         Komputer Analog
Digunakan untuk mengolah data yang sifatnya berkelanjutan bukan berupa data angka, melainkan dalam bentuk fisik seperti arus listrik, temperature, kecepatan, tekanan, dan lain-lain. Output computer analog biasanya berupa pengaturan atau pengendalian sebuah mesin. Computer ini banyak digunakan pada pengendalian industri kimia, pembangkit listrik, penyulingan minyak, atau rumah sakit untuk memantau denyut jantung. Kelebihan jenis computer ini adalah kecepatan yang dimilikinya dalam menerima data dalam besaran fisik dan langsung mengolah data tersebut tanpa harus melalui proses konversi. Keluaran yang dihasilkan biasanya dalam bentuk grafik. Kekurangan yang dimilikinya terletak pada ketepatan yang dimilikinya masih lebih rendah disbanding jenis computer digital.
·         Komputer Digital
Digunakan untuk mengolah data dalam bentuk angka atau huruf. Jenis computer ini biasa digunakan untuk aplikasi bisnis dan teknik. Keunggulan computer ini adalah tingkat ketepatannya yang lebih tinggi disbanding computer analog, dapat menyimpan data, dapat melakukan operasi logika, data yang disimpan dapat dikoreksi, output yang dihasilkan dapat berupa angka, huruf, grafik, atau gambar.

·         Komputer Hybrid
Merupakan kombinasi antara computer analog dan computer digital. Karena digunakan untuk aplikasi khusus, diperlukan computer yang lebih cepat dari computer digital dan lebih tepat dari computer analog.

2.      Klasifikasi teknologi informasi berdasarkan fungsi system
Berdasarkan fungsinya computer dibagi menjadi dua kategori, yaitu computer dengan tujuan khusus (special purpose computer) dan computer dengan tujuan umum (general purpose computer).
·         Special Purpose Computer
Merupakan jenis computer yang dirancang dan digunakan untuk tujuan-tujuan pemakaian pada masalah khusus dan biasanya hanya berupa satu masalah saja. Jenis computer ini dapat berupa computer digital atau analog. Jenis computer ini banyak dikembangkan untuk pengendalian otomatis pada proses industry, untuk tujuan militer atau navigasi di kapal selam dan pesawat untuk bidang diagnosis di kedokteran dan sebagainya.
·         General Purpose Computer
Merupakan jenis computer yang dirancang dan digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam program dan permasalahan yang berbeda seperti pengolahan kata, grafis, permainan, multimedia, dan lain-lain. Yang termasuk dalam jenis computer ini adalah PC (Personal Computer) yang biasa digunakan di rumah, kantor atau sekolah.


3.      Klasifikasi teknologi informasi berdasarkan size/ukuran
1.      Komputer Besar
Komputer besar biasa juga dsebut mainframe merupakan jenis computer yang digunakan pada perusahaan skala besar untuk manangani pemprosesan data dengan volume sangat besar.
2.      Komputer Menengah
Computer ini disebut juga medium-scale mainframe computer. Computer jenis ini dapat mempunyai bermacam-macam alat input dan output.
3.      Komputer Kecil
Komputer ini disebut juga small-scale mainframe computer. Computer jenis ini banyak digunakan untuk multiprogramming, multiprocessing dan virtual storage.
4.      Komputer Mini
Komputer mini atau mini computer sering juga disebut Midrange, biasa digunakan pada perusahaan-perusahaan skala menengah sebagai server.
5.      Komputer Mikro
Komputer mikro Adalah computer personal (personal computer/PC) yang umumnya single user atau stand alone, namun saat ini telah banyak PC yang dilengkapi dengan peripheral card untuk koneksi jaringan atau internet.






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Teknologi informasi adalah gabungan dari teknologi computer dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi mencangkup teknologi masukan, keluaran, penyimpanan dan teknologi pemprosesan. Menurut fungsi sistemnya TI dibagi menjadi computer dengan tujuan khusus (special purpose computer) dan computer dengan tujuan umum (general pupose computer).

Berdasarkan data atau sinyal masukan yang diolah. Teknologi informasi dapat diklasifikasikan menjadi computer analog, computer digital dan computer hybrid. Menurut ukurannya, dibagi menjadi computer besar, computer kecil, computer mini dan computer mikro.

Peranan teknologi informasi menjamur di segala bidang. Dibidang perbankan, pendidikan, peternakan, medis dan banyak lagi peranan TI di bidang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Aafonix. 2013,  Klasifikasi Teknologi Informasi, http://aafonix.student.umm.ac.id,  di akses       tanggal 13 September 2014, jam 18.55 wib.
Abhique. 2012,  Komponen-komponen Teknologi Informasi, http://abhique.blogspot.com, di akses tanggal 13 September 2014, jam 19.00 wib.
Arfionova, Pio. 2013,  Komponen Utama Teknologi Informasi, http://arfianova.blogspot.com, di akses tanggal 13 September 2014, jam 19.10 wib.
Faizah, Adit. 2014, pengertian teknolgi informasi dan komunikasi, http://freenet-tips.blogspot.com, di akses tanggal 6 September 2014, jam 18.55 wib.
Suprisaragihs,  2013, Komponen Teknologi Informasi, http://suprisaragihs.blogspot.com,  di akses tanggal 13 September 2014, jam 20.22 wib.


pengertian teknologi informasi - pengetahuan komputer



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Berkembangnya zaman membuat banyak hal datang yang semakin membaik. Salah satu contohnya adalah kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Berkembangnya ilmu pengetahuan diiringi dengan teknologi yang semakin membooming untuk melakukan riset-riset penelitian. Teknologi yang digunakan tidak hanya sekedar alat elektronik dan internet yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Pengolahan data, penyimpanan dan pengarsipan data serta penyampaian informasi mulai berkembang lebih baik. Jika dahulu orang harus membukukannya dengan banyak kesalahan dalam pencatatan dan penghitungan karena dilakukan dengan teknologi yang klasik, maka sekarang dengan adanya teknologi modern, semua pekerjaan dapat dilakukan satu kali tulis menggunakan applikasi komputer untuk mengerjakannya.

Teknologi yang berkembang tidak hanya menggerakkan dan menolong bidang pengolahan data, tetapi juga menggerakkan pebisnis dalam menjalankan usahanya. Menjadi alat untuk mencari relasi, mungkin juga biasa mendapatkan relasi sehidup semati ( Jodoh ). Dengan menggunakan facebook, twitter, path, BBM (BlackBerry Messager),line, whatsapps  Dunia pendidikan juga mulai mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Posting e-book, jadwal mata pelajaran dan mata kuliah pada blog pengajar menjadi trend saat ini. Peserta didik hanya tinggal mengunduh dan membacanya tanpa harus mem-fotocopy materi ajar dari pengajar.
Hal yang sering kita alami saat ini, kita mengetahui manfaat teknologi informasi tapi kita tidak menetahui pengertian teknologi informasi yang sebenarnya.
Berdasarkan latar belakang sebagaimana terurai diatas yang menjelaskan bagaimana teknologi digunakan dan  kurangnya pemahaman tentang arti dari teknologi informasi yang sebenarnya. Dalam makalah yang berjudul “Teknologi Informasi” akan menjelaskan mengenai pengertian, fungsi dan dampak,  dari teknologi informasi yang sebenarnya.


1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Teknologi Informasi menurut para ahli?
2. Apa yang dimaksud Teknologi Informasi?
3.Apa fungsi dari Teknologi Informasi?
3. Apa dampak positif dan dampak negatif dari Teknologi Informasi?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi menurut para ahli.
2. Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi.
3.Untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari Teknologi Informasi.
4.Untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari teknologi informasi.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian teknologi informasi menurut para ahli :
Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996)
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999)
Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000)
Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)
Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)

2.2 Pengertian teknologi informasi
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputerisi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel , i-pad, ).

2.3 Fungsi dari Teknologi Informasi:
1. Menangkap (Capture), Mengkompilasikan catatan - catatan rinci dari aktivitas - aktivitas. Misalnya menerima inputan dari keyboard, scanner, mic, dsb.
2. Mengolah (Processing), Mengolah/memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi.
3. Menghasilkan (Generating), Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya laporan-laporan, table, grafik, dsb.
4. Menyimpan (Storage) ,Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya : simpan ke harddisk, tape, disket, CD, dsb.
5. Mencari kembali (Rertrival), menelusuri, mendapat kembali informasi atau mengkopi (Copy) data dan informasi yang sudah tersimpan
6. Mentransmisi (Transmission), Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalnya mengirimkan data dari user A ke user lainnya, dsb.


2.4 Dampak yang diberikan dari teknologi informasi
Dampak Positif:
1. Informasi yang disampaikan lebih up to date dan akurat karena prosesnya cepat
2. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
3. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web / jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
4. Dengan internet dapat menghemat biaya dan tenaga yang dikeluarkan bila dibandingkan dengan bertukar informasi melalui pos surat.
5. Komunikasi jarak jauh pun menjadi sangat cepat dan praktis.
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
7. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

Dampak Negatif:
1. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
2. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
3. Perjudian
Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.



4. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
5. Carding
Pembajakan kode kartu kredit yang dilakakukan para penjahat ketika pengguna sedang menggunakan transaksi online(real time).
   
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.

 
  
DAFTAR PUSTAKA

Faizah, Adit. 2014, pengertian teknolgi informasi dan komunikasi, http://freenet-tips.blogspot.com, di akses tanggal 6 September 2014, jam 18.55 wib.

Juliano, Chandra. 2012, Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi           informasi, http://chandrajuliano10.wordpress.com, di akses tanggal 6 September 2014, jam 18.35 wib.


http://softwarefullversion.com/

http://softwarefullversion.com

Hymne UIN Jakarta

Ciptaan H Suhadi
do=c4/4
Dinyanyikan dengan penuh khidmat

UIN harumlah namamu
Islam dasar tujuanmu
Menjadi lambang keagungan bangsa
Pengabdi Pancasila
Pembangun jiwa serta penggali
Cita Islam yang hak dan sejati
Citra merdeka dan Pancasila
Bertumpukan darma baktimu
Jayalah Negara, jayalah Bangsa
UIN bakti nyata

10 Tarbiyah Characters (Muwashofat Tarbiyah)

1. Salimul Aqidah (Good Faith)
Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.
2. Shahihul Ibadah (Right Devotion)
Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Matinul Khuluq (Strong Character)
Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).
4. Qowiyyul Jismi (Physical Power)
Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya. Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).
5. Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly)
Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).
6. Mujahadatun Linafsihi (Continence)
Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).
7. Harishun ‘ala Waqtihi (Good time management)
Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan:
‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syu’unihi (Well Organized)
Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.
9. Qodirun ‘alal Kasbi (Independent)
Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.
10. Naafi’un Lighoirihi (Giving Contribution)
Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.
http://sweety-taz.blogspot.com/2008/11/resensi-novel.html